Arti Istilah Hilirisasi, Kata Yang Banyak Digaungkan Cawapres Gibran Raka Buming Raka Pada Debat Capres Ke 4

- 22 Januari 2024, 20:32 WIB
simak ulasan arti istilah hilirisasi yang banyak disebutkan sebagai program kerja Gibran Raka Buming Raka
simak ulasan arti istilah hilirisasi yang banyak disebutkan sebagai program kerja Gibran Raka Buming Raka /Instagram ///

KILASCIMAHI- Debat Capres dan Cawapres untuk Pemilu tahun 2024 sudah  memasuki babak yang ke 4 pada malam kemarin. Setelah babak sebelumnya dilaksanakan antar calon Presiden, untuk  babak ini dilaksanakan oleh para calon wakil presiden yaitu Muhaimin Iskandar, Gibran Raka Buming Raka dan Mahfud MD.

Acara debat Capres kemarin kembali menarik perhatian masyarakat Indonesia karena beberapa kejadian panas yang terlihat menyulut emosi para calon wakil presiden yang berdebat, salah satunya interaksi tegang antara Gibran Raka Buming Raka dan Mahfud MD.

Pada debat Capres ke 4 kemarin malam sebuah istilah yang  sering sekali disebut oleh  calon wakil presiden nomor urut dua pasangan Prabowo Subianto yaitu Gibran Raka Buming Raka adalah kata hilirisasi.

Baca Juga: Resep Kue Kering Simple Dan Sederhana Untuk Ide Jualan Kekinian Sambut Ramadhan 2024

Orang awam tentu saja banyak yang bertanya-tanya tentang arti istilah hilirisasi tersebut dan mengapa Gibran Raka Buming Raka kerap kali menyebutnya.

Berikut kilascimahi akan membahas arti dari istilah hilirisasi 

Dikutip dari Kamus Besar Bahasa Indonesia atau KBBI, hilirisasi berarti penghiliran atau mengolah bahan baku menjadi barang siap pakai. Hilirisasi bertujuan mengoptimalkan nilai jual produk sehingga memberi nilai tambah bagi pendapatan pemerintah

Istilah hilirisasi ini ternyata bukan baru digunakan, sebab program hilirisasi merupakan salah satu program kerja yang juga sering digaungkan oleh Presiden Jokowi Dodo selama menjabat maupun sebelum menjabat.

Dengan  melakukan hilirisasi diharapkan Indonesia tidak lagi mengekspor  komoditas-komoditas mentah namun sudah menjadi bahan hasil olahan yang memiliki nilai jual lebih tinggi.

Baca Juga: Rekruitmen CPNS Dan PPPK 2024, Lombok Barat Beri Kesempatan Untuk 4000 Lebih Tenaga Non ASN

Hilirisasi bertujuan mendorong industri pengolahan dalam negeri untuk tidak lagi mengekspor bahan baku mentah. Salah satunya dapat dilihat dari kebijakan pemerintah yang melarang ekspor bijih nikel mentah sejak 1 Januari 2020.

Dalam catatan detikcom Bahlil sempat menyebut Indonesia memiliki cadangan nikel terbesar di dunia sebesar 23,7%. Lewat hilirisasi nikel, ia percaya nilai jual komoditas bertambah hingga 68 kali lipat. Contoh hilirisasi nikel adalah pembuatan produk turunan sel baterai sebagai komponen utama mobil listrik.

Hilirisasi dipercaya menjadi batu loncatan Indonesia menjadi pusat produksi mobil listrik dunia di masa depan. Selain nikel, ekspor bijih bauksit juga dilarang pada 10 Juni 2023 lewat undang-Undang (UU) Nomor 3 Tahun 2020 tentang Perubahan atas UU No 4/2009 tentang Pertambangan Mineral dan Batubara (UU Minerba).

Baca Juga: Kementan Dan Gempita Gelar Sosialisasi KUR Agro Untuk Wujudkan Swasembada Pangan Berkelanjutan

Selain nikel, pemerintah terus mendorong perluasan hilirisasi untuk komoditas lainnya, termasuk batu bara, timah, sawit dan rumput laut. Menteri Kelautan dan Perikanan (Menteri KKP) Sakti Wahyu Trenggono menyampaikan bahwa komoditas rumput laut memiliki banyak produk-produk turunan yang dapat dikembangkan untuk meningkatkan nilai tambah.

nah itulah ulasan singkat arti dan penjelasan tentang istilah hilirisasi yang banyak disebutkan oleh calon wakil presiden nomor urut 2 yaitu Gibran Raka Buming Raka pada debat Capres ke 4  malam kemarin. **

Editor: Baiq Aprilia Intan Sinara H.


Tags

Artikel Pilihan

Terkait

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah