Nonton Dihukum Seumur Hidup, Penyelundup Serial Squid Game Dihukum Mati di Korea Utara

- 17 Desember 2021, 16:05 WIB
Drama Korea Squid Game.
Drama Korea Squid Game. /riffa anggadhitya//Instagram/@netflixkr

KILASCIMAHI – Korea Utara memang negara yang tak biasa. Nyawa menjadi tak berarti di negeri tirai besi tersebut. Apalagi, eksekusi mati pun dijalankan hanya lantaran hal yang kita anggap sepele.

Baca Juga: Ingin Indonesia Juara, PABDSI Dukung Ridwan Kamil Maju RI 1

Seperti yang terjadi beberapa waktu lalu. Seorang siswa di Korea Utara ketahuan menonton serial Korea Selatan yang tayang di Netflix, Squid Game.

Namun siswa tersebut tak dijatuhi hukuman berat karena orangtuanya kaya raya dan sanggup menyuap pejabat, untuk membebaskan anaknya dari hukuman berat.

Meski siswa lolos dari hukuman berat, sosok pria penyelundup serial Squid Game harus menanggung akibat yang sangat berat, yakni hukuman mati.

Seperti dikutip Kilas Cimahi dari Pikiran Rakyat Melansir laman RFA, sosok pria asal Korea Utara yang menyelundupkan salinan serial Squid Game dari China ke negeri yang dipimpin Kim Jong Un itu.

Baca Juga: Varian Omicron Sudah Masuk Indonesia, Kang Emil: Jabar Sudah Siap

Sang pria menjualnya dengan menggunakan USB Flash Drive, kepada tujuh siswa sekolah menengah yang kedapatan menonton serial tersebut.

Seorang siswa yang membeli salinan tersebut dihukum seumur hidup, sedangkan enam orang lainnya yang ikut menonton dijatuhi hukuman kerja paksa selama lima tahun.

Para guru dan administrator sekolah telah dipecat dan menghadapi pengusiran untuk bekerja di tambang terpencil.

"Ini semua dimulai minggu lalu ketika seorang siswa sekolah menengah secara diam-diam membeli USB Flash Drive yang berisi serial Squid Game dari Korea Selatan, bersama seorang sahabatnya," ujar seorang sumber dari penegakan hukum di Provinsi Hamgyong Utara.

"Teman itu memberi tahu beberapa siswa lain, yang menjadi tertarik, dan mereka membagikan flash drive itu kepada mereka. Pihak sensor di 109 Sangmu menerima petunjuk kemudian menangkap mereka," katanya menambahkan.

Penangkapan tujuh siswa tersebut menandai pertama kalinya pemerintah Korea Utara menerapkan Undang-Undang yang baru disahkan tentang 'Penghapusan Pemikiran dan Budaya Reaksioner'. Bahkan di dalam kasus ini melibatkan anak di bawah umur.

Undang-Undang tersebut diumumkan tahun lalu, dan memberikan hukuman mati bagi yang menonton, menyimpan, atau mendistribusikan media dari negara-negara kapitalis, terutama dari Korea Selatan dan AS.

Saat ini masyarakat semakin ketakutan, apalagi setelah orang-orang yang terlibat akan diinvestigasi secara tertutup.

Baca Juga: Putin Sesalkan Keruntuhan Uni Soviet

Setiap orang akan dipaksa untuk mengungkap rantai penyelundupan salinan drama dari luar negeri menuju Korea Utara.

Selian itu, masyarakat ikutan cemas karena yang akan mendapat hukuman bukan hanya orang yang terlibat saja. Orang-orang yang tak terlibat pun kemungkinan besar akan mendapat hukuman.***

 Penulis : Nopsi Marga

Editor: Riffa Anggadhitya


Tags

Artikel Pilihan

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah