Ngeri Banget! Inilah Aura Mistis Sinden dan Sendang dalam Kisah KKN di Desa Penari, Simak Ulasannya

26 Mei 2022, 22:30 WIB
Inilah Aura Mistis Sinden dan Sendang dalam Kisah KKN di Desa Penari /tangkapan layar Youtube/Bajidot Vlog

KILASCIMAHI - Inilah aura mistis sinden dan Sendang dalam Kisah KKN di Desa Penari, simak ulasan berikut ini.

Seperti kisah KKN di Desa Penari, dua tempat tersebut yaitu sinden dan Sendang sama-sama memiliki aura mistis menakutkan.

Namun manakah yang lebih mistis, sinden atau Sendang dalam kisah KKN di Desa Penari.

Dalam film KKN di Desa Penari terdapat istilah Sendang dan sinden tempat Widya dan Nur mandi.

Baca Juga: Bikin Merinding, Ternyata Gapura Gaib di Lokasi Asli KKN Di Desa Penari Hanya Bisa Dilihat Sebagian Orang

Apakah sinden dan Sendang yang disebut dalam KKN di Desa Penari memiliki arti yang sama?

Dan apakah, sinden yang digunakan Widya, Nur dan mandi lebih mistis dibanding Sendang?

Berikut ini KilasCimahi.com paparkan penjelasan mengenai perbedaan Sinden dan Sendang dari berbagai sumber.

Arti dan gambaran Sinden berdasarkan akun twitter SimpleMan.

Pak Prabu menjelaskan, di bagian selatan Sinden, samping sungai, ada sebuah bilik dengan kendi besar di dalamnya, disana, bisa di gunakan untuk mandi.

Tidak berhenti di situ, Pak Prabu mengatakan bahwa, mulai hari ini, kendi di dalam bilik akan di usahakan selalu terisi penuh, terutama untuk mandi anak-anak perempuan.

Untuk laki-laki, bisa mengisi air di kendi dengan cara menimba air dari sungai.
semua anak tampak paham, meski muka Wahyu dan Anton tampak keberatan, namun mereka tidak dapat melakukan apa-apa.

Nur sudah bangun, saat itu juga, Widya memintanya untuk mengantarkan dirinya pergi ke kamar mandi di bilik samping Sinden, awalnya Nur tampak tidak mau, tapi karena di paksa, akhirnya ia pun ikut dengan catatan, Nur adalah yang pertama masuk bilik. Widya setuju. ia gak berpikir aneh-aneh.

selama perjalanan, ia melihat setiap rumah yang di lewati, rata-rata sama, semua rumah tepan (tembok di depan) kiri-kanan dari gedek (bambu dianyam), langit sudah merah, dan setelah menempuh jarak lumayan, akhirnya mereka sampai di Sinden.

Baca Juga: Kerasukan Badarawuhi di Lokasi Asli KKN di Desa Penari, Om Hao Menari Dan Bongkar Kejadian Sebenarnya

Bangunan Sinden itu menyerupai candi kecil, bedanya, kolamnya persegi 4 dengan air yang jernih tapi berlumut, setelah mencari-cari dari Sinden, ketemulah Bilik itu tepat di samping pohon Asem, yang besar sekali, rindang, tapi mengerikan.

Sempet ragu, tapi Widya bilang lanjut. rupanya benar, ada kendi besar di dalam bilik itu.

Air juga sudah penuh di dalam kendi, Nur pun masuk, sementara Widya menunggu di depan bilik, matanya tidak bisa melepaskan diri dari bangunan Sinden yang entah kenapa seolah menarik perhatianya, di sampingnya, ada sesajen itu.
dari dalam bilik, terdengar suara air bilasan dari Nur, setelah mencoba mengalihkan perhatian dari Sinden, Widya baru sadar, ada aroma kemenyan di dekat tempatnya berdiri, di telusurilah wewangian itu, benar saja, di samping pohon asem itu pun ada sesajennya. Yang lebih parah, bara dari kemenyan baru saja di bakar.

Tak hanya itu Pak Prabu pun menjelaskan lebih detil makna dari kehadiran Sinden tersebut di desa nya.

“Sinden sing di garap, iku ngunu, Sinden kembar, siji nang cidek kali, siji’ne nang enggon sing mok parani wingi bengi” (Sinden yang kamu kerjakan, itu kembar, satu di dekat sungai, satu yang kemarin malam kamu datangi)

“eroh opo iku sinden?” (tahu kegunaan Sinden?)
“mboten mbah” (tidak tahu mbah)

“Sinden ku, enggon adus’e poro penari sak durunge tampil. nah, Sinden sing cidek kali, gak popo di garap, tapi, sinden sing sijine, ra oleh di parani, opo maneh sampe di gawe kelon”
(Sinden itu tempat mandinya para penari sebelum tampil, nah, sinden yang di dekat sungai tidak apa-apa di kerjakan, tapi, sinden yang satunya, tidak boleh di datangi, apalagi di pakai kawin)
“Widya ngerti, sopo sing gok Sinden iku?” (Widya tahu siapa yang ada di sinden itu)

Widya diam lama, sebelum mengatakanya. “Ular mbah”

Dengan demikian, bisa disimpulkan bahwa Sinden itu adalah kolam pemandian. Tapi khusus dalam kisah KKN di Desa Penari, Sinden biasanya digunakan oleh para penari untuk mandi sebelum melakukan pertunjukkan.

Sedangkan ini arti dan makna dari Sendang.

Dikutip dari laman Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Jawa Timur, disebutkan bahwa
Rowo Bayu merupakan tujuan wisata alam karena pemandangan yang menarik dan suasananya yang tenang dan damai.

Baca Juga: Ternyata Ini Lho Penampakan Sinden Asli di Tempat Widya dan Nur Mandi saat KKN di Desa Penari

Pemeluk Hindu di Banyuwangi dan Bali menjadikan Rowo Bayu sebagai tempat bersuci maupun semedi dan sembahyang.

Selain itu, di kawasan Rowo Bayu banyak mengalir mata air (sendang) yang semua alirannya mengalir menjadi satu ke danau (Rowo Bayu). Bahkan, beberapa mata airnya diyakini memiliki khasiat bagi yang meminumnya.

Salah satunya, bikin awet muda. Rowo Bayu juga beraura mistis. Ada aturan main saat berkunjung di tempat asri nan dingin tersebut. Tak semua pengunjung tahu aturan tak tertulis tersebut. Aturan tersebut, pengunjung diminta untuk tidak berputar arah jika menyusuri jalan setapak yang mengelilingi danau.

Dengan demikian, Sendang dapat diartikan sebagai mata air yang airnya mengalir ke sungai, atau ke Sinden, atau ke danau.

Demikian penjelasan mengenai perbedaan Sinden dan Sendang dalam kisah KKN di Desa Penari.

Editor: Dwi Surya Andhika

Tags

Terkini

Terpopuler